BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Medan Hunain-Kerelaan Pecinta Rasulullah

Kobaran Perang Hunain mulai reda, pasukan Muslim memperoleh kemenangan yang luar biasa, adalah harta rampasan mencapai enam ribu tawanan, dua puluh empat ribu Onta, empat puluh ribu domba lebih dan empat ribu uqiyah perak. Rasulullah yang mulia meminta para sahabat untuk terlebih dahulu mengumpulkan semua harta rampasan perang, niat Rasulullah hendak membagikan harta untuk orang-orang yang baru masuk Islam, guna melembutkan hati mereka terhadap dakwah ini.

Dipanggil oleh beliau Abu Sufyan bin Harb, salah seorang pemuka Mekah, diberikan kepadanya empat puluh uqiyah dan seratus Onta. Itu pun Abu Sufyan masih meminta lebih, dengan mengatakan," Bagaimana dengan anakku Yazid?", maka Rasulullah menambahkan kembali seratus Onta, tetapi itupun belum cukup, kembali Abu Sufyan berkata,"Bagaimana dengan anakku Mu'awiyah?", maka Rasulullah menambahkan pula seratus ekor lagi. Datang pada Rasulullah Hakim bin Hizam, salah seorang pemuka mekah, Rasulullah memberikan untuknya seratus ekor Onta, tapi Hakim pun meminta lagi, maka diberikan lagi seratus ekor Onta. Begitupun untuk pemuka Mekah lain seperti Shafwan bin Umayyah, senantiasa meminta lebih hingga tiga ratus ekor Onta. Niat Rasulullah memberikan harta kepada orang-orang yang baru masuk Islam dan lemah imannya, adalah supaya lembut hati mereka, bahagia dan tentram setelah diberikan sebagian dari pembendaharaan dunia.

Di lain pihak, adalah sekumpulan sahabat Rasulullah yang sama sekali tidak mendapatkan bagian dari harta rampasan Perang Hunain, sekalipun jasa-jasa mereka sungguh luar biasa, merekalah sahabat-sahabat Anshor, yang kesetiaan pada Rasulullah tidak bisa dipertanyakan lagi. Bukti kecintaan kaum Anshor, kepahlawanan, keberanian mereka dalam membela Rasulullah bukan cuma isapan jempol belaka, mereka lah yang berdiri pada perang Badar, tatkala jumlah hanya tida ratus orang melawan seribu musuh bersenjata lengkap. Tapi..entah bagaimana, sekian banyak Onta, Domba, Uqiyah perak tidak dibagikan sedikitpun untuk sahabat-sahabat Anshor.

Sahabat-sahabat Anshor sedikit berbisik dan kecewa terhadap pembagian harta yang dilakukan Rasulullah, kasak kusuk suara jeritan mereka pun perlahan-lahan tersebar, sehingga salah seorang Sahabat Rasulullah dari kaum Anshor, Sa'd bin Ubadah merasa harus mengatakan suara-suara kecewa para sahabat Anshor. Maka datanglah Sa'd bin Ubadah mengatakan pada Rasulullah," Wahai Rasulullah, adalah perasaan mengganjal dalam hati kaum Anshor, dimana melihat engkau membagikan harta kepada pemuka-pemuka Mekah, sedang kaum Anshor tidak mendapatkan sedikitpun", Rasulullah bertanya kembali,"Terus bagaimana dengan posisimu wahai Sa'd?", „Posisiku tidak lain bersama dengan kaum ku", Jawab Sa'd.
„Baiklah kalau demikian, tolong engkau kumpulkan kaum mu, aku hendak berbicara dengan mereka, adapun Muhajirin jangan mereka ikut serta", Rasulullah meminta.

Demikian dikumpulkan oleh Sa'd bin Ubadah para Sahabat Anshor, duduk mereka, sejenak tibalah Rasulullah, setelah memuji dan mengagungkan Allah, beliau berkata,"Wahai sekalian Anshor, ada suara yang aku dengar dari kalian, mengganjal perasaan kalian. Bukankah dulu aku datang, sementara kalian sesat lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian?, Bukankah dulu kalian miskin lalau Allah membuat kaya?, bukankah dahulu kalian bermusuhan, kini bersatu dalam damai?".
Menjawab Anshor,"Begitulah. Allah dan Rasul-Nya lebih murah hati dan lebih banyak karunianya."

„Lalu mengapa kalian tidak memenuhi seruanku wahai sekalian Anshor?", kembali Rasulullah menekankan, seakan sedih karena Anshor menyimpan perasaan kecewa terhadap keputusan beliau. Dan Rasulullah menambahkan, "Demi Allah, kalau kalian mau, sementara kalian bisa membenarkan dan dibenarkan, maka kalian bisa berkata,`Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, namun justru kami membenarkan engkau, dalam keadaan lemah dan kami yang menolong engkau, dalam keadaan terusir dan kamilah yang memberikan tempat bernaung`. Apakah di dalam hati kalian masih terbesit hasrat keduniaan, yang sesungguhnya dengan keduniaan itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar lembut hati mereka terhadap Islam, sedang keislaman kalian sudah aku percaya?", Rasulullah menyampaikan dengan penuh getir, sehingga sahabat-sahabat Anshor semakin tertunduk wajahnya. Beliau menambahkan, "Wahai sekalian Anshor, apakah tidak berkenan di hati kalian, orang-orang mekah pulang membawa domba dan Onta dari pembendaharaan dunia, sedang kalian kembali bersama Rasul Allah ke kampung kalian?.. Demi yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, kalau bukan karena Hijrah, tentu aku termasuk orang-orang Anshar..", makin tertunduk wajah mereka, malu dan sedih, karena memiliki perasaan kecewa terhadap keputusan Rasulullah." Jika orang-orang menempuh suatu jalan di celah gunungm dan orang-orang Anshor menempuh celah gunung yang lain, tentu aku memilih jalan yang ditempuh orang-orang Anshor.
Ya Allah, Rahmatillah orang-orang Anshor, anak orang-orang Anshor dan cucu orang-orang Anshor", do'a Rasulullah untuk kaum Anshor.

Maka tidak satupun bisa menahan tangisannya, sesenggukan mereka Anshor, basah jenggot mereka oleh air mata, seraya berkata,"Kami ridho terhadap Rasulullah beserta pembagiannya" .

Ikhlas sudah hati kaum Anshor, dimana para pemuka dan orang mekah pulang membawa Onta, Domba dan harta dari pembendaharaan dunia, sedang mereka membawa pulang Rasulullah SAW. Onta, domba, harta akan lenyap sirna, tapi bandingkan dengan do'a Rasulullah kepada kaum Anshor, Rahmati kaum Anshor, Rahmati Anak Anshor, Rahmati cucu Anshor, akan kekal dalam Islam. Keikhlasan dan kerelaan para Pecinta Rasulullah ditulis dalam sejarah emas Islam dengan nama harum semerbak.

Kemudian tanyakan pada diri kita masing-masing, akan dimana kita berdiri apabila peristiwa seperti diatas terjadi dalam kehidupan nyata ini, jejak kaum manakah yang akan kita telusuri?, akankah sanggup kita menolak manis dunia apabila saat kritis itu tiba?, apabila hanya ada pilihan dikucilkan segolongan manusia atau ikut „nyebur" dalam permainan syahwat?ada juga sahabat2 kita kecewa dengan sahabat dan lari dari perjuanagan .

Maka marilah senantiasa berdo'a, Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus.

Rencana Serangan Ekonomi Sebahagian Jihad

Ramai yang bertanya tindakan memboikot barangan yang
dikeluarkan dalam senarai penuh pemboikotan senarai
produk syarikat Yahudi samada relevan atau sebaliknya.
Ini adalah rentetan daripada ulasan beberapa tokoh
Ulamak Kontemporari yang menggesa Umat Islam seluruh
dunia memboikot produk-produk tersebut sebagai
sebahagian serangan balas terhadap keganasan yang
ditonjolkan Yahudi dan Amerika amnya. Di antara Ulamak
yang menyatakan demikian termasuklah Dr. Nasr Farid
Wasil (Bekas Mufti Mesir), Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan
banyak lagi. Malah persoalan sekitar 'adakah perlu
kita memboikot?' 'kalau boikot kita orang Islam nak
beli produk apa?' ' Wajar ke kita boikot, apsal tak
boikot benda lain yang lebih besar?' dan pelbagai
persoalan lagi dilontarkan dalam isu boikot ini
seolah-olah menafikan tindakan memboikot
produk-produk keluaran syarikat Yahudi sebagai
sebahagian Jihad.

Dunia secara umumnya mengetahui apabila AS (Amerika
Syarikat) melancarkan serangan ke atas Afghanistan
gara-gara membalas dendam terhadap tragedi 11
September yang lalu, adalah satu serangan tanpa
perikemanusiaan. Sebuah kuasa besar dunia yang
menyerang sebuah negara yang antara termiskin di
dunia. Apapun Presidennya, George W. Bush menyifatkan
serangan tersebut sebagai tindakan berlatarkan
keadilan sejagat.

Ramai yang tidak tahu, Latar bumi Afganistan adalah
sebuah kawasan rantau Laut Caspia di mana Afghanistan
berada di kedudukan strategik yang mengandungi hampir
270 bilion tong minyak, lebih kurang 20 peratus
daripada simpanan minyak dunia. Ia juga mengandungi
665 kaki padu gas asli, iaitu hampir satu perlapan
daripada simpanan gas dunia.

Oleh itu dengan menyerang Afghanistan dan jika berjaya
mendirikan kerajaan dukungannya dan dibenarkan
menubuhkan pangkalan tenteranya di rantau tersebut,
Amerika boleh mewujudkan kerangka politik baru di
rantau tersebut yang juga dapat melebarkan kuasa
hegemoninya itu. Inilah antara tujuan sampingan
mengapa AS beria-ia menyerang Afganistan selain
gembar-gembur yang menyatakan tujuannya adalah untuk
menangkap cuma seorang 'pengganas' bernama Osama Bin
Laden, Pengasas pertubuhan Al-Qaeda.

Ada pendapat lain yang menyatakan tujuan AS menyerang
Afganistan adalah untuk memusnahkan gerakan Taliban
dan melenyapkan pusat-pusat latihan 'pengganas'. Namun
ini barangkali cuma salah satu tujuan bersifat politik
yang berselindung di sebalik tujuan ekonominya untuk
menguasai Afganistan dari segi kestrategikannya
sebagai pengeluar 'emas hitam'. Sebenarnya AS telah
lama menginginkan penguasaan minyak di Asia tengah.
Semenjak sebelum tercetusnya Perang Teluk lagi,
keinginannya untuk menguasai negara-negara Asia tengah
menonjol. Namun samada disedari atau tidak serangan AS
ke atas Iraq pada tahun 90-an dahulu adalah tindakan
tidak puas hatinya terhadap tindakan Iraq menyekat
industri minyak ke wilayahnya.

Minyak merupakan sumber paling penting bagi seluruh
dunia. Hanya dengan menyekat pengaliran industri
eksport minyak ke negara seumpama AS boleh melemahkan
ekonomi negaranya. Bayangkan apabila permintaan
ekonomi yang tinggi dengan penawaran yang sedikit,
sudah pasti menyebabkan kenaikan harga berlipat kali
ganda. Sedangkan kenaikan harga adalah sesuatu yang
merbahaya di dalam sesebuah negara yang mengamalkan
sistem Liberal seperti AS. Justeru, apabila Iraq
menyekat pengaliran industri minyaknya ke AS negara
itu mengalami krisis permintaan minyak yang teruk
sehingga menatijahkan penyerangannya ke atas Iraq
selain faktor-faktor sampingan.

Mungkin helah politik AS untuk menangkap pengganas di
Afganistan juga adalah tipu daya awalnya untuk
menguasai wilayah itu. Bayangkan andai AS berjaya
menakluki Afganistan, sudah tentu AS tidak akan
mengundurkan tenteranya supaya boleh didirikan
pengkalan dan menguasai sumber ekonomi negara itu.
Sedangkan dalam masa yang sama, Afganistan akan kekal
berstatus sebuah negara yang disarati ketegangan
sosial, politik, etnik dan agama serta dibelenggu oleh
kemiskinan. Apa yang akan AS usahakan untuk menjamu
penduduk Afganistan seusai penguasaannya terhadap
negara tersebut? Melainkan membiarkan kemiskinan
berterusan lantaran majoriti penduduknya adalah
beragama Islam.

Amat wajar dan bertepatanlah sekiranya kempen
memboikot produk-produk Yahudi itu semakin mendapat
sokongan dari semua umat Islam. Bayangkan dengan
memboikot produk-produk mereka memungkinkan melemahkan
ekonomi mereka. Apabila ekonomi mereka terjejas maka
peruntukan yang disalurkan untuk membeli kelengkapan
penyerangan dan penindasan terhadap negara-negara umat
Islam juga akan terjejas. Ironisnya, tindakan
memboikot produk-produk mereka adalah sebahagian dari
jihad.

Justeru tindakan memboikot produk-produk keluaran
Syarikat Yahudi dan AS adalah tindakan yang wajar.
Malah disokong pula dengan menyekat eksport minyak ke
negara itu adalah langkah yang memungkinkan
Negara-negara Umat Islam melumpuhkan ekonomi Yahudi
dan Amerika. Selama ini Islam seolah dipermainkan oleh
Kafir lantaran tidak berani menyatakan sesuatu
kebenaran. Apalah susah sangat untuk tidak berkunjung
ke KFC, Mc Donalds, Pizza Hut, Chicken Tikka, Arby's,
Kantis, Paradise dan Mc Burger yang dikenal pasti
cawangan perniagaan Yahudi. Selian itu minuman
bikarbonat keluaran Syarikat Coca-Cola, Fanta, Sprite
dan Pepsi juga antara yang disarankan. Kempen ini juga
merangkumi produk-produk keluaran Syarikat-syarikat
yang dikenalpasti milik Yahudi termasuk hampir
keseluruhan syarikat rokok. Buktikan sokongan kita
Umat Islam melalui agenda memboikot produk-produk
mereka. Kita yakin ini adalah sebahagian jihad yang
mampu dilaksanakan dengan gembelingan tenaga bersepadu
seluruh umat Islam.

PRODUCING THE BEST LEADERSHIP

Terdapat satu fakta yang tidak dapat ditolak oleh sesiapa, iaitu Islam bukanlah perbuatan atau ciptaan manusia. Islam adalah dari Allah. Di antara sifat-sifat Allah ialah kebaikan serta kesempurnaan yang mutlak. Apabila Allah Ta’ala mengurniakan manusia sesuatu pemikiran kebaikan, maka Allah pastinya akan mengurniakannya secara Yang Maha Mulia, Maha Alim, Maha Berkhidmat dan Maha Berkuasa. Ini kerana Allah Ta’alalah Yang Maha Mencipta Seluruh Penghidupan termasuk manusia. Disebabkan ini apabila Allah menetapkan sesuatu undang-undang atau peraturan, pastinya lengkap dan tidak ada sesiapa yang boleh mengkritik atau menyelidik kembali, firman Allah dalam Surah al-Maidah, ayat 15-16

قد جاء كم من الله نور و كتب مبين يهدى به اتبع رضوانه سبل السلم ويخرجهم من الظامت الى النور باذنه ويهديهم الى صراط مستقيم
Maksudnya: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu kitab (al-Quran) yang jelas nyata keterangannya. Dengan (al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredhaanNya, dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang dengan izin-Nya: dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus”.

KEPIMPINAN MENURUT ISLAM

Pengiktirafan Allah kepada kepimpinan manusia merupakan satu bentuk amanah. Maka kepercayaan untuk menguruskan alam ini perlulah difahami dan dilaksanakan sepenuhnya oleh insan muslim itu sendiri. Ini ditekankan oleh Sabda Rasulullah (s.a.w).

(( اذا خرج ثلاثة فى سفر فليأ مروا أحدهم ))
( رواه مسلم )
Maksudnya: “ Apabila tiga orang dari kamu keluar bermusafir, mesti melantik salah seorang dari kamu supaya menjadi pemimpin”.

Firman Allah :
Maksudnya : “ Sesungguhnya Aku (Allah) melantik manusia sebagai khalifah di atas muka bumi.
(al Baqarah : 30)

Khalifah ini dihuraikan oleh para ulama di dalam kitab-kitab mereka yang masyhur. Antaranya Ibnu Khaldun di dalam Al-Muqaddimah menyebut khilafah itu ialah “menggalang ganti kenabian (yakni selepas tidak ada lagi nabi) untuk memelihara agama (yakni Islam yang dibawa oleh semua nabi-nabi) dan mentadbir urusan dunia dengan agama”. Al-Mawardi dan Abul Ahkam Al-Farraq menyebut di dalam kitab mereka iaitu Al-Ahkam Al-Sulthoniah khilafah ialah “menegakkan agama dan mentadbir dunia”. Yang dimaksudkan menegakkan agama ialah agama Islam. Islam dengan makna menyerah diri kepada Allah, kerana semua alam adalah ciptaan Allah S.W.T.

Dalam sembahyang ada kita menyebut, ”Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”. Alam di sini ialah makhluk yang terdiri daripada malaikat, burung-burung, tumbuh-tumbuhan bulan bintang dan sudah tentunya manusia juga tergolong dalam pengertian ini. Maka manusia mestilah menyerah diri kepada Allah, itulah Islam. Sebagai orang yang beriman wajib tunduk kepada segala hukum-hukum Allah, disebut di dalam Surah Al-Ahzab;

“Tidak harus bagi seseorang lelaki yang beriman dan seseorang perempuan yang beriman apabila Allah dan Rasulnya membuat suatu keputusan lalu dia mengambil keputusan yang lain”

Bagi melaksanakan urusan dunia dengan akal hanya perlu apabila ia tiada nas daripada Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad S.A.W. barulah dibenarkankan.

KEPENTINGAN DAN MATLAMAT

Kepentingan dan matlamat kepimpinan dalam Islam tidak dapat lari daripada matlamat dan tujuan penciptaan manusia iaitu sepertimana terdapat dalam Al-Quran ialah bertujuan untuk beribadat kepada Allah dan menjadi khalifah di dunia. Maka bagi memenuhi tujuan tersebut dapatlah kita ketahui kepentingan dan matlamat kepimpinan iaitu;

1) memakmurkan dunia dengan perlaksanaan syariat
Pengiktirafan manusia sebagai khalifah disertakan “peruntukan-peruntukan kuasa” yang tertentu menjadikan tugas pemimpin untuk melaksanakan syariat merupakan satu tuntutan yang pasti. Pemimpin wajib melaksanakan syariat Allah sepenuhnya, kerana dengan cara ini sahaja kemakmuran akan dapat dikecapi. Pemimpin mestilah yakin untuk mengaplikasi saranan-saranan Islam kerana ianya dijamin oleh Allah sebagaimana firmannya :

Maksudnya : Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam
(al Imran : 19)
2) menyambung tugas rasul
Ketetapan bahawa Rasulullah merupakan utusan terakhir menegaskan tiada lagi pemimpin umat bertaraf rasul yag akan dibangkitkan hinggalah kebangkitan semula Nabi Isa, sedangkan tugas menegakkan syariat Allah merupakan kewajipan sepanjang zaman. Oleh itu, perlulah wujud pemimpin di kalangan manusia itu sendiri untuk mengambil peranan baginda. Pemimpin yang dimaksudkan adalah pemimpin yang benar-benar berkelayakan dan bertaraf ulamak. Diiktiraf dan dia sendiri menerima wala’ daripada orang di bawah pimpinannya.

3) bukti kepatuhan kepada Allah
Setelah berjaya merealisasikan kedua-dua matlamat utama di atas secara tidak lansung terbuktilah kepatuhan insan muslim kepada Allah, yang dipelopori oleh pemimpin-pemimpin yang berteraskan tauhid yang kukuh dan amalan yang benar. Masyarakat akan dibimbing supaya sentiasa taat kepada Allah dalam amalan seharian mereka dan mereka senantiasa diingatkan oleh pemimpin mereka agar sentiasa berlumba-lumba mencari keredhaan Allah.

4) kemaslahatan ummah
Kepimpinan yang wujud bertanggungjawab untuk memastikan hak-hak semua pihak terpelihara. Apabila keadaan ini dapat direalisasikan maka nasib ummat akan terbela dan maslahah akan terjaga. Ini adalah berdasarkan konsep keadilan di dalam Islam yang menuju ke arah keamanan sejagat dan kesejahteraan bersama.

KEPIMPINAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Dr. Klod George (1968) dalam bukunya “Tarikh al-Fikri al-Idari” (Sejarah Pemikiran Pentadbriran) memuji al-Ghazali beserta kitabnya dan menyifatkan kandungannya sebagai panduan serta nasihat kepimpinan pengurusan dan pentadbiran yang penuh hikmah (sage managarial advice), usul-usul keadilan serta keinsafan yang sepuluh berasaskan keimanan dan bercabang darinya. Di antara kandungannya ialah:

“Ketahuilah wahai Sultan (pemerintah/pentadbir) bahawa segala apa yang dalam hati manusia dari makrifat atau kepercayaan merupakan asal iman. Dan apa yang dilakukan oleh anggota-anggotanya (yang tujuh) dari ketaatan serta keadilan, merupakan cabang iman. Jadi jika cabang itu layu (tidak cergas) boleh menunjukkan kelemahan harapan, ia sesungguhnya tidak akan kekal apabila tiba waktu kematian, usaha dan amalan badan melambangkan keimanan hati. Perbuatan atau kelakuan dan menunaikan fardhu-fardhu terbahagi kepada dua bahagian: Pertama: menunaikan haji, zakat, menjauhkan dari meminum arak atau melakukan perkara haram, yakni perkara-perkara di antara kamu dan Allah. Yang kedua pula ialah perkara-perkara di antara kamu dan manusia iaitu keadilan di antara rakyat dan memberhentikan kezaliman.

“Asas utama untuk melaksanakan perkara ini ialah mengerjakan segala perintah Allah serta menjauhkan segala larangan-Nya. Di samping melakukan apa yang patut berlaku jika terdapat pemerintah yang lain dan kamu sebagai rakyat di bawahnya (lakukan segala apa yang diredhai oleh rakyat). Dan ketahuilah bahawa segala apa yang di antara kamu dan Allah, sesungguhnya kemaafan –Nya amat dekat. Tetapi segala apa yang ada di antara kamu dan manusia tidak ada kepastian mendapat kemaafan. Jadi ia merupakan bahaya yang serius pada hari kiamat kelak. Tidak ada mana-mana raja yang boleh selamat kecuali raja yang adil dan insaf serta mengetahui bagaimana mendapat kemaafan pada hari kiamat kelak”.

Inilah asas akidah bagi kaedah-kaedah serta keinsafan menurut al-Ghazali.

KESIMPULAN

Kepimpinan dalam Islam adalah kepimpinan yang beriman dengan matlamat dan berpegang teguh dengannya, boleh memuaskan hati para pengikut secara contoh teladan dari pihak pemimpin yang berjuang serta berazam untuk mencapai matlamat kumpulan. Contoh yang paling mulia ialah Rasulullah SAW, tanpa mengeluh atau mengundur. Dan juga perjuangan Abu Bakar as-Siddiq r.a bagi menyebarkan dakwah Islamiyah dan memerangi orang yang kembali kufur selepas kematian Rasulullah SAW (para Murtaddin). Maka apakah perlu kita berasa bongkak dengan mengatakan kita tidak perlu kepada Allah kerana kita mampu lakukan segalanya. Ketahuilah! Ketetapan daripada Allah inilah yang perlu kita patuhi kerana manusia hanya mampu lakukan sesuatu jika dikurniakan oleh Allah sahaja. Firman Allah dalam Surah al-Isra’ ayat 85:
وما اوتيتم من العلم الا قليلا
Maksudnya: “ Dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja”.

TUDUNG LABUH PUN SAMA JE...


"Alah, tudung labuh pun sama je.Tudung je labuh tp tuan punye tudung x labuh2 pn"
"kalau setakat pakai tudung labuh nak tutup kesalahan baik tak payah!!!!!, JANGAN JADI HIPOKRIT.Baik pakai tudung saji je.."
"Budak2 tudung labuh ni x campur ngan orang lain.Kuat sangat assobiah.Macam r baik sangat.Benci aku!"
"skang nie pmpuan btudung ke x btudung ke same jek...
kalu pakai tudung stakat nk tutup kesalahan x payah laaa..nnti org taw gak..."
"Aku lagi suka wanita tak bertudung. Atleast tak hipokrit. Jadi diri sendiri. Ape orang tgk itulah diri dia. Bukankah hipokrit= munafiq."
"alah,x pakai tudung pn klu hati baik, tuhan tahu.Iman 2 kat dalam bukan kat luar.Pakai tudung pn klu jahat,tuhan tahu"


Ha, kat atas ni antara sekelumit pandangan dan umpatan2 org kat bdk2 tudung labuh yang aku sempat copy dari blog2 len.Skali tgk,hoho..teruk betul bdk2 tudung labuh ni.(Bila cakap tudung labuh ni,mesti r muslimat kn, jd kita kaum adam masih bersih kat cn..hehe).Aku rasa korang pn mesti slalu dgr ayat2 cam kat atas ni kan.SO, kena trima r realiti ni."TUDUNG LABUH PN SAMA JE.."

Amacam sobat2 sume?Setuju x?

Ni pandangan aku r.Aku bg dalam bentuk situasi r utk senang paham.Contoh, yg biasa kita tgk, sorang bdk tudung labuh sedang dop dating ngn pakwe dia.Berjam-jam dop borak.Huh,tudung je labuh..dalam situasi ni confirm ramai mulut belakang yg akan mencemuh,mengkritik dan mengejek.SO,aku nak tanya korang,elok x apa yg bdk ni buat.Klu tanya aku mmg x elok sbb dop dating cam2.Apapn,kita leh tanya pada pengkritik,pengejek dan pencemuh 2, apa yg salah? Tudung labuh or dating 2 yang salah?....So, nape kita nak campur adukkn.Tp mungkin sbb "tudung labuh VS dating" ni nampak sgt contra.X mashuk org2 muda ckp..Kita x leh nk nafikan sebenarnya bdk ni sekurang2nye dah settle dari sudut kesempurnaan menutup aurat.Patut kita bg pujian kat dia.Cumanya yg salah adalah prangai dia yg dating td.Yang ni kita kena tegur.Jadi tempat yg patut kita puji,kita puji r kan.Tempat yg kena kutuk,tetap kena kutuk.

Sebenarnya klu kita perhatikn betul2 dari situasi td, telah pn memberi kredit kpd pemakaian tudung labuh.Knapa?Sebab sebabkn bdk td pakai tudung labuh r ramai yg akan kritik,ejek dan tegur dia.Jadi ngn sendirinya nanti bdk tudung labuh akn malu, sedar or sebagainya.Tp cuba lak katakn budak yg dating ni x pakai tudung.Confirm ramai yg buat x tau je.Sbb apa?Sbb "x pakai tudung VS dating" mmg mashuk.hehe..SO,bdk tudung labuh ni td dah pn mmpunyai peluang utk berubah lbh besar dari yg freehair td.

Klu tgk lagi,antara orang slalu cakap "pakai je tudung labuh tp..malu r sikit ngn tudung 2"..ha,yup.MALU.Ini antara kelebihan bila pakai tudung labuh.Ngn sendirinya prasaan malu utk buat maksiat akn timbul.So,diri lebih trjaga.Sama r gak klu utk muslimin bagi yg pakai kopiah or serban.Confirm korang malu nak pakai seluar pendek.Cuba bayang, pakai kopiah/serban, seluar pendek.huhu..tragis.

Apapn,semua ayat2 dan umpatan2 kat kpd bdk2 tudung labuh ni patut menjadi cabaran kpd semua muslimat.Itu r realiti pandangan umum sebahagian masyarakat kt bdk2 tudung labuh.Umpatan2 ni x akan keluar saja2 klu xde sebab.Bab kat pepatah " pokok x kan bergoyang klu xde angin".SO,TAKE THE CHALLENGE!.Buat para pendokong agama,semangat utk sempurna dlm brpakaian dah bagus tinggal lagi hikmah dan method sahaja yg perlu dibaiki mana yg perlu.

Last,wat sume muslimat2 sume.Jaga imej selari ngn akhlak anda.Wat muslimin pn sama gak,jgn dop brcakap je sedap,tp wat keje malas.Huhu..kena kat diri sendiri lak.JOM DO OUR BEST!

(byk lg kelebihan pakai tudung labuh ni..confirm para muslimat lebih pakar.MUSLIMAT POWER!-MUSLIMIN SUPER!= SUPER POWER!)

PSIKOLOGI PENGURUSAN



Langkah kedua:
Sila buat keutamaan dalam masalah. Buat kategori terhadap masalah tersebut. Contoh;

1) MASALAH UTAMA
Masalah ini memerlukan kita bertindak segera, dan tidak boleh diserahkan pada orang lain untuk menyelesaikannya.

2) MASALAH MEMERLUKAN PERHATIAN
Masalah ini memerlukan tindakan bijak kita mengagihkan tugasan kepada sesiapa yang boleh mewakilkan kita. Kebijaksanaan kita men'divert' tugasan ini dapat menyelesaikan masalah tersebut. Anda hanya perlu memantau, memberi inisiatif (belanja kawan yang menolong kita @ pujian), dan berterima kasih kepada mereka yang membantu anda.

3) MASALAH BIASA
Masalah jenis ini tidak perlu difikirkan sangat. Masalah ini tidak terlalu serius. Kadangkala, masalah ini hanya memerlukan kita membuat panggilan, mohon maaf atau langkah yang tidak memerlukan masa yang lama, perhatian yang lebih dan tenaga yang banyak.

Bagi pengisian kita, ahli gerakan perlu istiqamah dan konsisten dalam amalan. Biar sedikit tetapi konsisten. Amalan yang tidak terlalu sukar ialah amalan ma'thurat setiap pagi dan petang, puasa sunat Isnin dan Khamis, solat tahajjud tak memerlukan tunggu kita tidur dahulu, kalau dah tidur pukul 1.30 atau pukul 2.00 pagi, jadi tunaikanlah solat sebelum tidur. Atau bangun awal sebelum menunaikan solat subuh lakukan solat sunat tahajjud. Pengisian pula, beli kaset ceramah, Tuan Guru atau sebagainya, pasangkan semasa kita lapang atau berbual di bilik. Ikhlas dan Istiqamah (5 amalan asas : al-quran 50 ayat @ 2 maqra, tahajjud, al-mathurat, al-mulk, puasa, solat rawatib). Untuk menjaga akhlak dan hafalan pastikan kita fokus (semasa mentelaah, di dalam kelas, hidupkan budaya bertanya) dan sering kali diulangi (sekurang 3, 5, 7 atau 10 kali) dalam setiap kali hafalan. Pastikan juga jaga pemakanan dan sumber yang digunakan adalah dari sumber yang halal. 

Keluarga: Ini memerlukan kita bijak berhadapan dan menjelaskan kepada keluarga. Masalah utama kita ialah keluarga tidak tahu situaasi kita di kampus. Anda selaku anak harus berterus terang setakat mana perlu bagi memahamkan kedua ibu bapa anda. Insya Allah mereka akan memahami. Ambil masa yang sesuai seperti selepas solat Isya' atau makan malam, sila ambil sedikit ruang masa ibu dan ayah atau salah seorang daripada keduanya untuk kita luahkan masalah termasuk akademik.
Nyatakan keterbatasan anda dalam akademik. Ini bagi mengelakkan harapan ibu bapa terlalu tinggi terhadap kita sedangkan kemampuan kita terbatas. Ini mungkin mereka membuat perbandingan semasa kita berada di peringkat menengah dahulu.
 Nyatakan mengenai masalah utama, bebanan asas dan teras yang membelenggu anda. Sekuang-kurangnya selepas mereka memahami kita, doa dan restu ibu  bapa sentiasa mengiringi kita. Masalah kewangan juga perlu dimaklumkan pada ayah, walaupun keluarga kita kurang berada, tetapi itu merupakan tanggungjawab ibu bapa semasa kita masih di bawah jagaan mereka.
Mereka berhak tahu, yakinlah, rezeki Allah swt di atas muka bumi ini sentiasa ada bagi orang yang beriman. Masalah duit, kewangan, JPA gunakan saluran persatuan.

Mengenai adik beradik: cuba sedaya upaya semasa pulang ke kampung untuk beri tumpuan kepada adk beradik, jelaskan terbatasan waktu kita kepada mereka. Bagi nasihat yang berguna.

Masalah hubungan rakan sejawat, ukhuwwah dan hubungan persahabatan: kadangkala ianya terlalu remeh. Selesaikan secara berhadapan, face to face. Elakkan emosi, jika perlu kita perlu, kita mengalah dan memohon maaf sahaja dengan niat untuk menjernihkan semula persahabatan. Elakkan situasi tegang semula, buang ego kita, Insya Allah masalah akan selesai.


Langkah ketiga :
Kemudian sila rangka jangka masa anda akan bertindak menyelesaikan masalah itu. Sila nyatakan secara spesifik.

Langkah Keempat:
Ambil Planner, dan masukkan tarikh dan masa anda untu bertindak terhadap masalah yang akan anda selesaikan

Langkah Kelima:
Setiap hari, sebelum tidur, ambil planner, dan semak tindakan hari berkenaan. Sila tandakan tuas atau masalah yang tertunda, sila forwardkan kepada hari masa yang sesuai. Muhasabah, dan rancang semula untuk tindakan pada keesokan harinya.


KESIMPULAN
Harapan saya moga simulasi kes pengurusan masa dan masalah ini dapat kita manfaatkan bersama. Ingatlah, hanya (indhibat) disiplin dan azam yang kuat sahaja mampu merubah dunia peribadi anda. Reformasi diri ini adalah satu titik mula ke arah menjadikan anda pengurus, pemimpin yang baik sekurang-kurangnya terhadap diri kita sendiri. Selamat maju jaya hendaknya.




BELENGU DALAM HIDUP SEORANG PEJUANG


Penglibatan kita dalam aktiviti organisasi, tidak dapat tidak kita akan merasai masalah pengurusan yang tidak teratur. Ini akan bertambah jika kita menangguhkan tugasan, tidak meluahkan masalah semasa kepada rakan karib, tekanan makin lama makin besar dan banyak. Benarkah masalah kita hadapi besar, atau masalah kita sendiri yang lemah dalam menguruskan masa? Apa yang saya nyatakan di sini adalah pandangan sahabat saya dan  pengalaman saya semasa menjadi penggerak kepada gerakan di kampus.  Pengalaman yang diperolehi dalam sepak terajang serta jatuh bangun dalam aktiviti kemahasiswaan amat banyak dan mematangkan saya, dan moga ianya merupakan kekuatan pada saya untuk berkongsi bersama.

APA MASALAH KITA?
Masalah pembahagian masa ini adalah berkait rapat dengan minda seseorang. Sekiranya makin kompleks masalah bermain dalam minda, makin kusutlah fikiran seseorang untuk dirungkaikan, menyebabkan masalah pembahagian masa tidak teratur.  Bebanan dalam kotak fikiran ini boleh menyebabkan motivasi kita akan turun, tambahan pula apabila ianya memberikan kesan pada sesuatu yang amat menakutkan ianya terjadi ke  atas diri kita. Misalannya akademik dan keluarga. Perkara ini merupakan tanggungjawab dan maruah ke atas diri kita, jadi persoalan gerak kerja dan  aktiviti kemahasiswaan akan menjadi perkara kedua apabla ianya bertembung.
Apabila kita telah hanyut dengan masalah itu, perasaan rendah diri (inferiority complex), moral lemah (demoralized) akan berlaku. Kesan paling buruk lagi ialah akan berlaku gejala (futur 'ala tariq al da'wah) atau paling ditakuti terjadinya sesuatu yang disebut mereka yang tercicir di jalan dakwah (mutasaqit 'ala tariq al da'wah).
 Gejala futur atau layu yang disebut oleh Fathi Yakan apabila dinilai dan dilihat dalam perspektif kita, ia lebih tepat berbanding istilah mutasaqit. Saya berpandangan begitu kerana, ahli kita masih lagi sensitif dan tersentuh jika mereka dilabelkan mutasaqit. Cuma komitmen mereka agak kurang, tetapi ternyata daya sensitif berkenaan menunjukkan kita masih sayang kepada gerakan dan janji  kita , cuma mereka ini dibelenggu oleh pelbagai masalah dan antara masalahnya ialah seperti yang saya bincangkan di sini.



JALAN PENYELESAIAN
Setelah kita mengetahui masalah yang menimpa kita, bagaimana nak rungkaikan persoalan dan masalah ini? Ini yang menjadi persoalan pokok ke atas kita. Sebenarnya masalah kita terlalu sedikit sahaja, tetapi apabila ia telah bercampuraduk dan bergaul dalam otak kita, maka kita merasakan ianya terlalu banyak. Itulah faktor mengapa dikatakan sedemikian. Oleh itu, kita hanya perlu keluarkan masalah itu keluar dalam pemikiran kita. Usaha ini memerlukan kekuatan daya kognitif dan mental yang kuat.  Ada beberapa  langkah yang perlu dilakukan oleh setiap ahli yang hendak lakukan perubahan dalam masalah pembahagian masa mereka. Berikut langkahnya :

Langkah Pertama:
Tanamkan azam dalam diri anda dengan menulangkan dalam hati bahawa anda akan berubah ke arah  menjadi individu yang bijak mengurus (smart person).
TO BE CONTINUE.....




Bismillahirrahmanirrahim..

 Gerai SMS’S CORNER adalah gerai yang menjual pelbagai jenis makanan dan minuman. Gerai ini akan beroperasi selama dua hari bermula dari 23 dan 24 Mac 2010. Perniagaan ini akan diadakan di persekitaran Kompleks Perdana Siswa Universiti Malaya. Tumpuan utama pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa serta kakitangan Universiti Malaya. 

Gerai ini ditubuhkan adalah untuk memenuhi keperluan kursus wajib universiti iaitu kursus Asas Pembudayaan Keusahawanan (APK). Gerai SMS’S CORNER dianggotai oleh 23 orang anggota dan telah ditubuhkan pada awal semester iaitu pada awal Januari 2010. Setelah dipersetujui oleh semua anggota maka kami sepakat untuk menubuhkan gerai ini dengan nama SMS’S CORNER. 


keterengan lanjut sila layari www.smscorner.tk

Pengganas Sebenar…




   Tatkala WTC dibom,maka berlompatan Amerika dan sekutunya mencari pengganas sehingga ke seluruh pelosok dunia.Habis dikutip setiap yang beragama Islam di tuduh dan diadili.Tidak cukup bertindak dalam bidang kuasa sendiri,habis dicaturnya negara-negara yang berpendudukan Islam yang kononnya melindungi pengganas.Namun,teriakan umat islam Palestin yang saban hari terpaksa berdepan dengan keganasan Israel tidak pernah di dengari.Sikap Double Standard Amerika sebaliknya membiarkan terus Israel membelasah umat Islam Palestin dengan alasan pejuang berani mati Palestin merupakan pengganas yang perlu di sekat.
       Semenjak tercetusnya intifada kedua Palestin,umat islam di bumi terletaknya qiblat pertama seluruh umat Islam terpaksa bergelut sendirian menentang puak Yahudi laknatullah.Mereka telah lama hilang tempat tunggal dan tanah kelahiran.Apa yang diwarisi sememjak 1947 ialah sebuah negara bernama,namun tidak pernah wujud di peta dunia.”Neqara” yang hanya pada nama itu sebenarnya hanyalah sebuah kawasan besar khemah perlarian yang serba daif dan penuh kedukaan.Saban hari pihak Israel “meratah saki baki” tanah milik rakyat Palestin dan terus mengusir mereka.Kemanakah lagi rakyat Palestin perlu lari untuk melindungi diri dalam negara sendiri?Mengapa kita masih berdiam diri dengan isu ini?Di mana semangat jihad yang sering kita sebut-sebutkan wahai sahabat?
       Justeru itu,bersalahkah mereka jika bangkit menuntut keadilan yang tidak pernah di kecapi.Wajarkah mereka terus digelar PENGGANAS?Ganaskah mereka hanya kerana menuntut keadilan sedangkan tidak pernah sekalipun suara mereka didengari semenjak dari zaman pemerintahan Rabin,Nethanyahu,Barak hinggalah Ariel Sharon pernahkah perjanjian damai berjaya dipersetujui.sidang persidangan berlansung,umat islam Palestin terus dibelasah.
       Lantas,salahkah jika tindakan berani mati diambil sedangkan hidup tidak menjanjikan kedamaian?Setiap kali langkah penentangan dibuat,mereka dijijak dan dilanyak hebat.Berbaloikah lontaran batu dibalas dengan mortar dan peluru dari kereta kebal.
           Saban hari kematian menanti di mana-mana.Mati akibat kebuluran,terkena peluru.Peluru Israel tidak pernah mengenal usia,pemuda,wanita,bahkan anak kecil menjadi sasaran.
           Malangnya Amerika selaku kuasa besar dan berlagak umpama polis dunia terus diam membatu tatkala umat Islam Palestin menjerit memintasimpati.Nmaun sekali Yahudi berteriak akibat serangan berani mati,terkocoh-kocoh berlari mendapatkan ‘si anak manja’.Sandiwara apakah yang mereka ingin mainkan lagi.Apakah setelah hilang nama Palestin barulah ingin mengilas pandang?
            Justeru,haruskah umat Islam terus lesu?Tak tersahutkah kita teriakan anak-anak kecil Palestin yang minta di selamatkan?Atau adakah kita umat Islam hanya ibarat buih di lautan,ramai namun tiada kualitinya.Akhirnya sahabat,marilah kita fikir-fikirkan apakah peranan kita sebagai generasi muda yang bernasib baikjika dibandingkan dengan sahabat-sahabat di Palestin Sana!!Sedarlah tanggungjawab kita terhadap mereka,wassalam.

BERSUARA ATAU DIAM??





Diriwayatkan daripada Abu Syuraih al-Khuza'iy r.a katanya:
Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada jiran tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tetamunya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam.
Penerangan Hadis:
Mengenal Manusia

Allah SWT memiliki suatu sifat dan akhlaq yang sebenarnya amat akrab dengan kehidupan manusia. Iaitu mustahil bagi Nya berbuat perkara yang sia-sia, tanpa tujuan, ataupun mengandungi kesalahan. Kalaupun ada penciptaan atau kejadian yang tampak kejam, ia hanyalah bersifat sementara.
Ertinya, jika dilihat dan diteliti, akhirnya ia akan membuktikan bahawa dibalik kejadian itu semua ternyata mengandung nilai-nilai kebenaran. Dan dalam hal ini, manusia memang harus banyak melihat sejarah hidupnya secara peribadi mahupun sejarah kemanusiaan itu sendiri, tujuan ia diciptakan, ke mana destinasinya dan sebagainya.
Akhlaq tersebut amat akrab dengan kita kerana ia tercermin kemanapun kita melihat. Pantulannya boleh dilihat kepada sesiapa yang ingin melihat. Sulit bagi kita untuk menyebutkan suatu makhluq atau kejadian alam yang diciptakan tanpa ada gunanya.
Seolah semua menyiratkan bahawa Allah SWT menciptakan ini untuk sebuah tujuan. Bukan sekadar permainan tanpa arah. Firman Nya:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan mengandungi kesalahan. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (38: 27)

Tujuan Hidup
Kejadian seekor nyamukpun ternyata begitu penting di mata Allah, sehingga disebutkan di al-Quran. Firman Nya:
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka memiliki ilmu sehingga mereka tahu bahwa itu adalah al-haq dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:"Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (2: 26)
Tetapi kenapa manusia sentiasa kebingungan mencari dan mengenalpasti fungsinya? Kenapa kita senantiasa tertanya-tanya tentang tujuan keberadaan kita di muka bumi ini? Kenapa diri manusia dipenuhi sikap-sikap ketidaktahuan akan fungsinya? Apakah mungkin kita hidup tanpa tujuan yang jelas, kukuh dan konkrit?
Tidak mungkin!
Allah SWT menjadikan seekor nyamuk pun ada manfaat dan fungsinya. Bahkan sejak lahir mereka sudah tahu apa yang harus dibuat dan apa fungsi yang harus dijalankan.
Kerana itu amat mustahil, bila susuk tubuh insan yang Allah khabarkan diciptakan dalam 'ahsani taqwim' (pembentukan yg paling sempurna), dilahirkan hanya untuk sia-sia dan tanpa tujuan.
Apa mungkin seorang manusia lahir hanya untuk membesar dewasa, berkeluarga, dan mati?
Sesungguhnya pada manusia itulah tugas yang amat berat dipikul tambahan pula ia sebagai wakil Allah SWT di atas muka bumi ini, untuk mentadbir alam. Ingat, langit, bumi, gunung-ganang, bukit-bukau semuanya tidak sanggup membawa amanah Allah, kecuali manusia yang menyatakan kesanggupannya.
Justeru, manusia perlu berhati-hati dalam melaksanakan tanggungjawab ini supaya tidak tergolong di dalam manusia yang berbuat kezaliman dalam kejahilan.
Lebih baik diam dari mengomen perkara yang kita tidak tahu. Tidaklah nanti dikata orang, hanya berani dibelakang, tetapi bila diajak bermuzakarah, berdiskusi, batang hidung pun tidak kelihatan.

Riwayat: Sahih Muslim
SABAR itu iman , DUIT bukan kawan , DUNIA hanya pinjaman dan MATI tidak berteman.. Silance is golden when you don't have a good answer

Bersuara atau Diam

Diriwayatkan daripada Abu Syuraih al-Khuza'iy r.a katanya:
Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada jiran tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tetamunya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam.
Penerangan Hadis:
Mengenal Manusia
Allah SWT memiliki suatu sifat dan akhlaq yang sebenarnya amat akrab dengan kehidupan manusia. Iaitu mustahil bagi Nya berbuat perkara yang sia-sia, tanpa tujuan, ataupun mengandungi kesalahan. Kalaupun ada penciptaan atau kejadian yang tampak kejam, ia hanyalah bersifat sementara.
Ertinya, jika dilihat dan diteliti, akhirnya ia akan membuktikan bahawa dibalik kejadian itu semua ternyata mengandung nilai-nilai kebenaran. Dan dalam hal ini, manusia memang harus banyak melihat sejarah hidupnya secara peribadi mahupun sejarah kemanusiaan itu sendiri, tujuan ia diciptakan, ke mana destinasinya dan sebagainya.
Akhlaq tersebut amat akrab dengan kita kerana ia tercermin kemanapun kita melihat. Pantulannya boleh dilihat kepada sesiapa yang ingin melihat. Sulit bagi kita untuk menyebutkan suatu makhluq atau kejadian alam yang diciptakan tanpa ada gunanya.
Seolah semua menyiratkan bahawa Allah SWT menciptakan ini untuk sebuah tujuan. Bukan sekadar permainan tanpa arah. Firman Nya:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan mengandungi kesalahan. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (38: 27)

Tujuan Hidup
Kejadian seekor nyamukpun ternyata begitu penting di mata Allah, sehingga disebutkan di al-Quran. Firman Nya:
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka memiliki ilmu sehingga mereka tahu bahwa itu adalah al-haq dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:"Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (2: 26)
Tetapi kenapa manusia sentiasa kebingungan mencari dan mengenalpasti fungsinya? Kenapa kita senantiasa tertanya-tanya tentang tujuan keberadaan kita di muka bumi ini? Kenapa diri manusia dipenuhi sikap-sikap ketidaktahuan akan fungsinya? Apakah mungkin kita hidup tanpa tujuan yang jelas, kukuh dan konkrit?
Tidak mungkin!
Allah SWT menjadikan seekor nyamuk pun ada manfaat dan fungsinya. Bahkan sejak lahir mereka sudah tahu apa yang harus dibuat dan apa fungsi yang harus dijalankan.
Kerana itu amat mustahil, bila susuk tubuh insan yang Allah khabarkan diciptakan dalam 'ahsani taqwim' (pembentukan yg paling sempurna), dilahirkan hanya untuk sia-sia dan tanpa tujuan.
Apa mungkin seorang manusia lahir hanya untuk membesar dewasa, berkeluarga, dan mati?
Sesungguhnya pada manusia itulah tugas yang amat berat dipikul tambahan pula ia sebagai wakil Allah SWT di atas muka bumi ini, untuk mentadbir alam. Ingat, langit, bumi, gunung-ganang, bukit-bukau semuanya tidak sanggup membawa amanah Allah, kecuali manusia yang menyatakan kesanggupannya.
Justeru, manusia perlu berhati-hati dalam melaksanakan tanggungjawab ini supaya tidak tergolong di dalam manusia yang berbuat kezaliman dalam kejahilan.
Lebih baik diam dari mengomen perkara yang kita tidak tahu. Tidaklah nanti dikata orang, hanya berani dibelakang, tetapi bila diajak bermuzakarah, berdiskusi, batang hidung pun tidak kelihatan.

Riwayat: Sahih Muslim
SABAR itu iman , DUIT bukan kawan , DUNIA hanya pinjaman dan MATI tidak berteman.. Silance is golden when you don't have a good answer

BERANI GAGAL

1. Saya telah lebih banyak belajar daripada kesilapan2 saya daripada kejayaan2 saya (Sir Humphry Davy)

2. Kita tidak belajar daripada kejayaan2 kita, kita belajar daripada kegagalan2 kita (John Naisbitt - Pengarang Megatrends Asia)

3. Kita lebih banyak mendapat kebijaksanaan daripada kegagalan berbanding dengan kejayaan. Kita sering mengetahui apa yang akan kita buat dengan menentukan apa yang tidak akan kita buat. Dan semungkinnya orang yang tidak pernah membuat kesilapan tidak pernah juga membuat penemuan (Samuel Smiles)

4. Watak tidak boleh dibina dengan mudah dan senyap2. Hanya melalui pengalaman2 dugaan dan penderitaan sahaja semangat boleh diperteguh, wawasan diperjelas, cita2 diilhami dan kejayaan dicapai (Helen Keller)

5. Anda memerlukan sebanyak mungkin pengalaman2 getir untuk menzahirkan keunggulan anda (Richard Nixon)

6. Hanya setelah menuruni lembah yang terdalam barulah anda dapat menilai keindahan gunung yang tertinggi (Richard Nixon)

7. Terdapat faedah praktis yang terbaik dalam mengalami beberapa kegagalan awal2 lagi dalam hidup (Thomas Henry Huxley)

8. Kesusahan dan kekalahan membolehkan kita mengembangkan akal kita dan maju ke hadapan (Thomas Henry Huxley)

9. Berlian itu adalah sebutir arang batu yang menjadi unggul akibat tekanan (Tidak bernama)

10. Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan pada pencapaian. Usaha sempurna itu adalah kemenangan sempurna (Mahatma Ghandi)

11. Kejayaan itu suatu perjalanan, bukan suatu tempat tujuan - separuh daripada keseronokannya terdapat dalam menuju ke sana (Gita Bellin)

12. Orang yang gagal dalam hidupnya ialah orang yang hidup dan gagal belajar

13. Kebanyakan orang membuat satu kesilapan yang sama ... dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kejayaan.... anda semestinya mempergunakan kegagalan untuk kebaikan anda..... Teruslah mara dan buatlah segala kesilapan. Buatlah sebanyak mana yang mungkin anda buat. Kerana ingatlah bahawa disitulah tempat anda menemui kejayaan - di sebalik kegagalan. (Thomas Watson - IBM)

14. Kekuatan dan perkembangan hanya terhasil melalui usaha dan perjuangan berterusan

15. Kita tidak mungkin menemukan lautan baru jika kita tidak berani belayar jauh dari pantai

16. Orang yang tidak mempunyai cukup keberanian untuk bermula itu sememangnya telah pun tamat (Unanimous)

17. Hidup ini sama ada suatu pengembaraan yang mencabar dan berbahaya ataupun tiada apa-apa (Helen Keller)

18. Sebatang anak tangga itu bukanlah dimaksudkan sebagai tempat merehatkan sebelah kaki sipemanjatnya, tetapi sekadar sebagai tempat berpijak sejenak cukup untuk membolehkannya meletak kaki yang sebelah lagi di suatu tempat yang lebih tinggi (Thomas Henry Huxley)

19. Satu-satunya orang yang tidak membuat kesilapan adalah orang yang tidak berbuat apa-apa. Janganlah takut kepada kesilapan dengan syarat anda tidak mengulangi kesilapan yang sama (Roosevelt)

20. Tiap-tiap orang mempunyai bakat. Apa yang berkurangan adalah keberanian untuk menyusuli bakat itu ke tempat gelap yang ditujuinya (Enic Jang)

21. Orang terganggu bukannya oleh perkara yang berlaku, tetapi oleh pendapat mereka tentang yang berlaku (Epitetus)

22. Banyak bakat yang terbazir hanya kerana kekurangan sedikit keberanian. Setiap hari menyaksikan pengebumian orang-orang yang sungguh menghampakan yang sifat penakut mereka menghalang mereka daripada membuat percubaan pertama (Sydney Smith)

23. Bersusah hati tentang apa yang tidak anda miliki adalah membazirkan apa yang anda mlliki Ken Keyes)


24. Muda atau tua itu bukannya bergantung pada tarikh masa, tetapi keadaan jiwa. Tugas kita bukanlah menambah usia kepada kehidupan kita, tetapi menambah kehidupan kepada usia kita (Myron J. Taylor)

25. Fikiran yang disemai, tindakan yang dituai.Tindakan yang disemai, tabiat yang dituai


26. Tabiat yang disemai, peribadi yang dituai. Peribadi yang disemai, nasib yang dituai (Unanimous)


27. KEJAYAAN DAN KEGAGALAN

⌂ Aku tidak memilih untuk menjadi insan biasa
⌂ Adalah hakku untuk menjadi berbeza
⌂ Aku mencari kesempatan, bukannya keterjaminan
⌂ Tidak kuingin menjadi warga pelihaharaan
⌂ Lemah dan terpedaya dek terbiasa dengan jagaan negara
⌂ Aku ingin mengambil risiko terhitung
⌂ Untuk mengimpikan dan membina, untuk gagal dan berjaya
⌂ Galakan tidak kan kutukarkan dengan elaun pengangguran
⌂ Lebih kusukai cabaran hidup daripada elaun pengangguran
⌂ Lebih kugemari cabaran hidup daripada elaun pengangguran
⌂ Lebih kugemari cabaran hidup daripada kewujudan lesu yang terjamin
⌂ Keghairahan pencapaian daripada kesempurnaan hambar
⌂ Tidakkan ku perdagangkan kebebasan dengan derma sumbangan
⌂ Tidak juga maruah dengan sedekah
⌂ Tidak kan aku ketakutan di hadapan sebarang tuan
⌂ Tidak juga kan kutunduk kepada sebarang ugutan
⌂ Sudah menjadi warisanku untuk sentiasa berdiri teguh
⌂ Bangga dan tidak gentar
⌂ Berfikir dan bertindak untuk diri sendiri
⌂ Dan menghadapi dunia dengan penuh berani
⌂ Dan berkata 'Inilah yang kulakukan'
⌂ Inilah erti sebenarnya menjadi seorang insan


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...